Minggu, 18 April 2021
PONDOK RAMADHAN ONLINE SMKN5 SURABAYA 1442 H
Jumat, 27 November 2020
PTQ 5TEMBA Dibuka Oleh Kepala SMKN 5 Surabaya Secara Daring
PTQ 5TEMBA DIBUKA
OLEH KEPALA SKMN5 SURABAYA SECARA DARING
Surabaya, 18
November 2020 - Pandemi Covid-19 yang masih belum
berakhir mengharuskan kegiatan PTQ menyesuaikan diri dengan keadaan dan aturan
yang ada, tanpa mengurangi semangat perjuangan PTQ Stemba terus merancang
strategi agar kegiatan ini tetap istiqamah dan terselenggara dengan sebagaimana
mestinya PTQ yang telah lalu walau engan sedikit perbedaan tata cara dan
tekisnya. PTQ 5 SMKN 5 Surabaya yang telah membuka pendaftaran selama 2 pekan
lamanya ini tetap menjadi pimadona bagi para pecinta Al-Qur’an, walau di masa
pandemi ini, jumlah pendaftar Anggota PTQ mencapai lebih dari 100 Anggoa dari
Siswa/siswi SMKN 5 Surabaya di berbagai kelas dan Jurusan yang ada.
Sebagai bentuk
konsistensi yang dimulai sejak dalam niat, pikiran serta tindakan ini, sebagaimana
biasanya PTQ 5 mengadakan pembukaan acara PTQ 5 SMKN 5 Surabaya serta prosesi
Ikrar Anggota untuk membangun komitmen dan semangat berjuang dalam mempelajari,
dan menghafalkan AL-Qur’an minimal 1 Juz. Prosesi Pembukaan ini juga merupakan
eksistensi dukungan dari pihak sekolah, Takmir Masjid serta Guru Pend. Agama
Islam yang ada di SMKN 5 Surabaya.
Pembukaan tahun
ini dilakukan secara daring (Online) namun tidak mengurangi antusias Anggota
PTQ 5 yang telah mendaftarkan diri. Lebih dari 70% pendaftar berkesempatan
hadir pada pembukaan PTQ 5 ini. Dalam acara pembukaan ini kolaborasi Pengurus
PTQ dan SKI SMKn 5 Surabaya pun terbentuk, secara rinci MC (Dwi Gusti K/SKI) membacakan
susunan acaranya, yakni :
1. Pembukaan(MC),
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an (Cevin Laurentes / SKI)
3. Sambutan Koord PTQ SMKN 5 Surabaya ( Ust. M. Alfithrah
Arufa, M.Pd.I / GPAI)
4. Sambutan Kepala SMKN 5 Surabaya ( Bpk. Heru
Mursanyoto, MM / Kepsek)
5. Nasihat Cinta Qur’an dan Ikrar Anggota PTQ 5 ( Ust. Muchamad
Sofyan Hadi, M.Pd.I / Ka. Ta’mir Masjid
Darul Ilmi SMKN 5 Sby)
6. Penutup / Doa ( Ust. Sulthon Asmuni / GPAI)
Acara yang
berlangsung khidmat itu berakhir dengan pengambilan Gambar (Screenshoot) Peserta
melalui aplikasi Zoom Meeting sebagai dokumentasi awal kegiatan PTQ tahun
2020/2021 ini.
Menurut
Koordinator PTQ Stemba – Ust Fithrah : “PTQ Tahun ini special, karena akan
menggunakan 2 sistem ; online dan offline, penguasaan 4
kompetensi yang tenar dengan sebutan 4T (Tajwid, Tartil, Tafsir, dan Tahfidz)
menjadi kunci keberhasilan Anggota PTQ SMKN 5 Surabaya ini, serta menuntaskan
hafalan dengan teratur pada Guru PAI masing-masing atau yang terdekat dengan
Rumah Anggota PTQ”
Dengan tegas pula
Bpk Kepala SMKN 5 Surabaya menyampaikan : “Kegiatan PTQ ini adalah program yang
baik, maka pelaksanaan dalam masa pandemi seperti ini diharapkan dapat
menyesuaikan protokol kesehatan yang berlaku, semoga anak-anak sukses hingga
waktu Wisuda PTQ tiba”
Ust Sofyan membekali Anggota PTQ 5 Surabaya dengan nasihat-nasihat berharga sebagai bekal menjalankan kegiatan ini dengan baik : “tata niat kalian masing-masing lillahi ta’ala, kalian adalah anak-anak pilihan yang akan menjaga Al-Qur’an dan dengan menjaga Al-Qur’an kalian akan dijaga oleh Allah Swt. Setelah pembacaan ikrar anak-anak berarti kalian telah berjanji untuk mengikuti PTQ dengan sebaik-baiknya dengan sungguh-sungguh”
Semoga apa yang menjadi azzam dan Himmah semua anggota dan pengelola PTQ 5 SMKN 5 Surabaya ini diijabahi oleh Allah SWT dan kelaksemua anggota dan alumni PTQ SMKN 5 Surabaya ini menjadi generasi yang sholeh/sholehah dan menjadi ahlul Qur’an dalam segala aspek kehidupannya. Ammiiin Ya Robbal ‘Alamiiin. (red.ptq5)
Dokumentasi
Rabu, 28 Oktober 2020
ADA OKTOBER DALAM ROBIUL AWWAL (Merangkai Nasionalisme dan Menjemput Syafa’at Sang Kekasih)
Oleh : Muhammad Alfithrah Arufa, M.Pd.I*
Bulan
Rabiul Awwal 1442 H saat ini bertepatan
pada Bulan Oktober 2020 M, dan masa pandemi Covid-19 yang masih juga belum
berakhir, Walau demikian SMK Negeri 5 semangat dan antusias dalam memuliakan
Bulan Rabiul Awwal yang menjadi bulan Kelahiran Nabiyullah Muhammad SAW. Serasa
mengkolaboraskan rutinitas Nasional negara dan agama yang tumpah di bulan yang
sama. Setidaknya yang kita kenal dan telah lalui adalah mulai dari Hari
kesaktian pancasila (1 Oktober 2020), hari Batik Nasional (2 Oktober 2020), hari
TNI (5 Oktober 2020), hari Santri Nasional (22 Oktober 2020), Hari Sumpah
Pemuda (28 Oktober 2020) dan Maulid Nabi Muhammad SAW ( 12 Robiul Awwal
bertepatan pada 29 Oktober 2020).
Rangkaian
Moment-moment penting tersebut adalah bukan hanya sekedar catatan nama (baca:
judul/label) dan cerita sejarah saja, namun penting untuk diambil nilai-nilai atau hikmah yang
terkandung di dalam peristiwa tersebut, mulai dari penghayatan (nasionalisme
dan religius) hingga implemantsinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rangkaian
kegiatan yang biasanya dapat diselanggarakan dengan semarak dan syiar yang kuat
kini di masa pandemi agak sedikit berbeda penerapannya, hal ini dikarenakan
mempertimbagkan protokol kesehatan yang harus ditaati bersama-sama (seperti
Bermasker, Cuci tangan, dan jaga jarak).
Dari rangkaian peristiwa, mulai awal oktober hingga akhir oktober 2020 ini, seolah-olah terlintas gambaran akan semangat baru, kekuatan baru dan pembaharuan yang lebih maju yang akan dihadapi oleh seluruh eleman masyarakat. Bagaimana tidak, jika saja semua memahami dan mengambil hikmah di balik peristiwa yang mungkin dalam keadaan pandemi akan menjadi vaksin utama, dan menjadi (semacam) “vitamin istiqamah” dalam meingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dalam berbangsa bernegara dan beragama.
Landasan atau
pondasi bangsa sudah terbangun kuat pada Pancasila, membungkus pancasila dengan
pakaian Batik merupakan simbol budaya
yang terjaga dari terbukanya “aurat” mulai batas kebodohan hingga batas kedzoliman,
terjaganya tubuh dari bahaya kerasnya
alam mulai dari angin radikalisme hingga terik panasnya intoleransi. Dari sini
kekuatan lahir dan batin yang tergambar dari tubuh dan pakainnya, kita sebagai
masyarakat masih dikuatkan dengan kemanan oleh perjuangan TNI dalam menjaga
kedaulatan Bangsa dan ancaman gangguna dari pihak luar. TNI menjadi pagar negeri
kita dalam hal keamanan baik fisik maupun psikis.
Namun perlu disadari bahwa ada benteng dari dalam negeri ini yang juga berjuang mengamankan seluruh pondasi dan pakaiannya, bahkan menjadi perekat pada pagar luar negri kita, mereka adalah santri pondok pesantren. Perjuangan santri tidak bisa dilihat sebelah mata sebab mereka memilki semangat perjuangan dalam pendidikan terutama pendidikan agama Islam khidmah pada Ulama, Kiyai dan Asatidz (guru-guru), serta kemandirian dan mental yang kokoh dalam bingkai keimanan dan ketaqwaan serta akhlakul karimah. Maka keberadaan santri merupakan catatan sejarah yang penting dalam merebut, memperjuangkan, membangun bangsa hingga “membonsai” (baca : menjadi solusi) Bangsa dengan ilmu dan akhlaqul Karimah (titik penanaman karakter religi sebuah bangsa). Belum berakhir hangatnya suasana peringatan Hari Santri Nasional di berbagai daerah bahkan di beberara negara lain, para pemuda menjemput semangat hari santri yang masih hangat itu dengan Sumpah Pemuda di 28 Oktober 2020. Mengambil tema “Bersatu & bangkit” dari nilai-nilai bertanah air Indonesia, berbangsa Indonesia, dan Berbahasa Indonesia.
Oktober 2020 memberikan pelajaran bahwa keteladanan Rasulullah memeberikan banyak inspirasi nasionalisme seperti pancasila sebagai falsafah negara, khas kebudayaan bangsa, perjuangan tentara, benteng kailmuan agama di pesantren, hingga perkumuplan kekuatan pemuda yang menjadi kebanggan Nabi Saw, terutama pemuda yang memiliki ketergantungan pada ibadah dan tempat ibadah. Dalam menjalankan masa pandami ini seharusnya kita banyak belajar dari sejarah agar persatuan dan kesatuan bangsa tidak terlepas dari kekuatan ukhuwwah dan aqidah, dan akhlaqul karimah. Dengan demikian Madrasah Oktober dan Rabiul Awwal ini mengantarkan kita pada penemuan “vaksin” yakni cinta pada Rasulullah dalam hati dan aplikasi kehidupan sehari-hari.
Semoga kita
kelak mendapatkan Syafa’at dari Nabiyullah Muhammad SAW, diberi kesempatan oleh
Allah untuk dapat memenuhi undanganNya ke Makkah dan Madinah (untuk Sowan
Pada Kekasih Allah). Maka tiap saat mengharap syafa’at (Nabi Muhammad SAW) dengan berprilaku taat.
Wallahu A’lam
Bishowwab
* Guru
PAI SMKN 5 Surabaya
-
Penyaji : Ust. Muchamad Sofyan Hadi, M.Pd.I Dalam sejarah Islam, Wakaf dikenal sejak masa Rasulullah SAW karena wakaf disyariatkan se...
-
CARA MENJAGA TRADISI MAULID NABI MUHAMMAD SAW ( Ust. Muchamad Sofyan Hadi, M.Pd,I* ) Berangkat dari sebuah hadits Qudsi : لَوْلَاكَ لَوْلَا...
-
MENGHIDUPKAN NURANI DENGAN BERPIKIR KRITIS A. Tadarus al-Qur’an Membaca QS. Ali-Imran (3) : 190-191 : إِنَّ فِي خَلْقِ السَّم...
-
Penyaji : Ust. Muchamad Sofyan Hadi, M.Pd.I Transaksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dan dapat menimbulkan perubahan ...
-
PRINSIP DAN PRAKTIK EKONOMI ISLAM A. Ekonomi Islam (Muamalah) Ekonomi adalah suatu dimensi sosial manusia yang di rangkum dal...























