Selamat Datang di Situs Resmi MGMP PAI SMKN 5 Surabaya

"Tata Niat, karena baik buruknya niat akan kembali pada yang berniat"

Nasionalisme sebagai bagian dari kerakter religius Murid

Cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman.

Gerakan Menulis Mushaf Al-Qur'an

Antusiasme Para Murid SMKN 5 Surabaya dalam belajar menulis Ayat-AYat Al-Qur'an.

Istiqomah Dalam Dendirikan sholat 5 Waktu

Dimulai dari Program Penguatan Karakter dan Materi PAI (PPKM PAI) di SMKN 5 Surabaya .

Pembiasaan Cinta Al-Qur'an

Pengembangan Program Tahfidz AL-Qur'an SMKN 5 Surabaya.

Subscribe Us

# SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI GURU MAPEL PAI SMKN 5 SURABAYA, NGAJI SEPANJANG HAYAT | INFO : SELAMA MASA PEMBELAJARAN DI RUMAH, PEMBELAJARAN PAI DIPUSATKAN DI SITUS RESMI INI, BAGI SISWA-SISWI SMKN 5 SURABAYA SILAHKAN KOORDINASI DENGAN GURU PAI MASING-MASING UNTUK BERSAMA-SAMA MEMBERDAYAKAN SITUS INI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH # .....
Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS X. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2020

PANDUAN & KETENTUAN PEMBELAJARAN DARING PAI


Help Symbols PNG Transparent Background, Free Download #17006 ...
PANDUAN DAN KETENTUAN BELAJAR DARING/ONLINE
MAPEL PEND. AGAMA ISLAM SMKN 5 SURABAYA
TAHUN AJARAN 2020/2021

NO
KETENTUAN-KETENTUAN
DURASI
(90 Menit)
1
KETENTUAN ABNSENSI CEK IN (MASUK)
10 Menit

1.       Absensi Cek ini mulai dilakukan Sejak Jam Masuk Pelajaran daring PAI
2.       Teknis Absensi ditentukan oleh Guru PAI Masing-masing dengan menggunakan berbagai macam sistem/aplikasi pembelajaran/ komunikasi online (Mohon ketua/perwakilan kelas menghubungi GPAI Masing-masing)

2
KETENTUAN AWAL  PEMBELAJARAN
20 menit

1.       Peserta didik wajib memulai pembelajaran dengan membaca Doa Sebelum belajar sesusai dengan tata cara yang telah diajarkan oleh GPAI SMN 5 Surabaya
2.       Peserta didik Wajib membaca Maksimal 3-5 Surat Pendek Dalam Juz ‘Amma (Daftar Surat akan ditentukan oleh GPAI)
3.       Peserta didik wajib memastikan adanya akses internet yang baik dan stabil.
4.       Peserta didik menyiapkan Buku catatan PAI dan alat tulisnnya di setiap mengikuti pembelajaran Daring  PAI.
5.       Peseta didik sudah membaca/mengakses info Materi di Pusat Informasi Pembalajaran GPAI SMKN 5 SBY melalui Blog Resmi GPAI di www.gpaismkn5sby.blogspot.com
6.       Peserta didik wajib memiliki akun gmail dan media sosial untuk mengkakses media sosial milik tim GPAI yakni :
-          Instagram                : gpaismkn5sby
-          Chanel Youtube     : GPAI SMKN5SBY

3
KETENTUAN PROSES PEMBELAJARAN
40 menit

1.       Peserta didik hanya diperkenankan mengambil informasi proses Pembelajaran PAI yang resmi dan bersumber dari Guru PAI SMKN 5 Surabaya (sering membaca / mencocokkan sumber materi / link materi di www.gpaismkn5sby.blogspot.com
2.       Selama masa pembelajaran PAI Daring, peserta didik harus memanfaatkan waktu yang disediakan sesuai jadwal dengan sebaik-baiknya agar tidak mengganggu agenda pelajaran lainnya.
3.       Dalam mengikuti pembelajaran baik secara literasi (teks bacaan), Gambar, Audio/Video atau yang lainnya, peserta didik dianjurkan untuk mencatatat poin-poin penting di Buku Tulis khusus PAI (tidak dicampur) agar mudah untuk dipelajari kembali oleh Masing-Masing peserta didik.
4.       Setiap kendala dalam proses pembelajaran daring mohon segera dikonsultasikan kepada Guru PAI masing-masing
5.       Pertanyaan dari peserta didik terkait materi yang dibahas dapat ditanyakan langsung pada Guru PAI Masing-masing

4
KETENTUAN PENUTUP PEMBELAJARAN
20 Menit

1.       Peserta didik menutup Pembelajarannya dengan bacaan Hamdalah dan Doa Kafaratul Majelis
2.       Peserta didik mengetahui teknis Pengumpulan Bukti / hasil pembelajaran / tugas kepada Guru PAI (koordinasikan pada Guru PAI masing-masing)
3.       Pengumpulan Bukti / hasil pembelajaran / tugas kepada Guru PAI menjadi bukti Absensi Cek-Out (keluar) pembelajaran Daring PAI

KETENTUAN TAMBAHAN

1.       Bagi peserta didik yang  terlambat / tidak mengikuti pembelajaran daring PAI sesuai jadwal yang diberikan tanpa ada alasan dan koordinasi yang jelas pada Guru PAI maka dianggap Alpa (tidak masuk)
2.       Peserta didik yang terkendala Handphone / jaringan / kuota internet di saat jam pembelajaran berlangsung, maka diberikan toleransi susulan sampai Pukul : 20.00 WIB pada hari yang sama sesuai jadwal pembelajaran PAI daring.
3.       Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur dalam kontrak belajar daring PAI ini akan diatur oleh kebijaksanaan Guru PAI Masing-masing kelas.
DAFTAR GURU & CONTACT GURU PAI (WA)


1.       Ust. Muchamad Sofyan Hadi, M.Pd.I            : 081234885558
2.       Ust. Muhammad Alfithrah Arufa, M.Pd.I     : 087738946046
3.       Ust. Muhammad As’ad, S.Pd.I                        : 085645604486
4.       Ust. Sulthon Asmuni, S.Pd.I                            : 089699999906
5.       Ust. Onny Fahamsuah, MT.                            : 082245131981
6.       Usth. Zulfatul Asy’ariyya, S.Pd.I                     : 0817150290

LINK AKSES ONLINE PAI YANG RESMI

Blogspot       :
gpaismkn5sby.blogspot.com – klik  link : https://gpaismkn5sby.blogspot.com/

Instagram     :
gpaismkn5sby – klik  link : https://www.instagram.com/gpaismkn5sby/

Youtube        :
JADWAL RUTIN DARING PAI


KELAS X         : Selasa  | Pukul : 11.00 – 12.30 WIB
KELAS XI        : Senin   | Pukul : 09.00 – 10.30 WIB
KELAS XII       : Kamis  | Pukul : 09.00 – 10.30 WIB

* Ketentuan ini berlaku sejak tanggal diterbitkan hingga saat yang belum dapat ditetentkan / pandemi   berakhir

Surabaya, 20 Juli 2020
Koordinator GPAI SMKN 5 Surabaya
 





Mucahamad Sofyan Hadi, M.Pd.I


DOWNLOAD FILE KETENTUAN DARING PAI

BAB I KELAS X - MENITI HIDUP DENGAN KEMULIAAN

Husnudzan Kepada Allah Swt (Pengertian, Contoh, & 4 Bentuk, Hikmah ...
MENITI HIDUP DENGAN KEMULIAAN

A.   Mujahadah An-Nafs (Pengendalian Diri)
Setiap agama pada dasarnya pasti mengajarkan pemeluknya agar menjaga kedamaian dalam kehidupannya. Menjaga kedamaian berarti menjaga suasana agar tentram dan rukun. Terlebih kita seorang muslim, agama sangat menganjurkan agar kita sedapat mungkin menjaga kedamaian dan keselamatan diri dan lingkungan kita. Hal ini tersirat dalam anjuran Nabi agar kita senantiasa menebar salam (keselamatan).
Sedangkan Mawas diri merupakan sikap waspada atau berhati-hati dalam bertindak. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Mawas diri merupakan suatu tindakan yang penting untuk dilakukan agar kita tidak salah dalam mengambil sebuah keputusan. Sikap mawas diri dalam bahasa arab disebut dengan Mujahadah an-Nafs. Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut syara’ adalah memerangi nafsu amarah dan memberi beban kepadanya. Sebagian ulama’ mengartikan mujahadah adalah tidak menuruti keinginan nafsu dan menahan nafsu dari hal yang disenanginya. Dengan demikian mujahadah adalah tindakan yang berkaitan dengan perlawanan terhadap nafsu, yang lazim disebut dengan mujahadah an nafs.Sikap mawas diri (Mujahadah an Nafs) juga berfungsi sebagai pembatas atau pengontrol dalam kehidupan sehingga kita tidak akan terjurumus jalan yang salah. Namun bila sikap mawas diri itu menjadi berlebihan dalam diri seseorang, maka sikap mawas diri itu akan berubah menjadi ketakutan yang akan menghambat kemajuan orang tersebut.
Firman Allah SWT berkaitan dengan Mawas diri (Mujahadah an-Nafs)

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Anfal ayat 72)

Diantara Hikmah sikap mawas diri (Mujahadah an-Nafs) antara lain :
1)    Hati semakin bersih dan tenang
2)    Memperoleh kebahagiaan lahir dan batin
3)    Diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam mengerjakan amal shaleh
4)    Dijauhkan dari sifat-sifat tercela, seperti iri, dengki dan sombong
5)    Dicintai Allah SWT dan sesama manusia
6)    Mendapatkan hidayah yang sempurna dari Allah SWT
7)    Mendapatkan ridha dari Allah SWT

B.   Husnudzan (Prasangka Baik)
Husnudzan merupakan salah satu bagian dari akhlaq terpuji yang wajib dimiliki oleh seorang Muslim.Dalam Bahasa Arab Husnudzan sendiri terdiri dari dua kata yaitu Husnu yang berarti baik dan dzan yang berarti sangka. Jadi husnudzan dapat diartikan sebagai sikap berbaik sangka terhadap segala ketentuan dan ketetapan Allah SWT.
Firman Allah SWT berkaitan dengan sikap husnudzan

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat ayat 12)

Diantara Hikmah sikap Husnudzan antara lain :
1)     Hidup menjadi tenang dan penuh optimis.
2)     Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala cobaan
3)     Membentuk pribadi yang tangguh
4)     Menjadikan seseorang kreatif
5)     Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
6)     Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama.

C.   UKHUWWAH (PERSAUDARAAN)
Persaudaraan adalah jalinan kekeluargaan atau kekerabatan antara satu individu dengan individu yang lain baik disebabkan karena faktor keturunan,  perkawinan, kesamaan keyakinan atau sebab yang lain. Menjalin tali persaudaraan atau ukhuwwahmerupakan salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT, sebagaimana yang tercantum dalam firmannya Q.S. Al Hujurat : 10

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Hujurat ayat 10)

 Dan sabda Rasulullah SAW, yang berbunyi :
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. (رواه المسلم(
Artinya : “Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi.” (HR Muslim)

Wallahu A'lam 

------------------------------------

SIMAKLAH VIDEO BERIKUT INI DENGAN BAIK !

------------------------------------

1. VIDEO PERTEMUAN I TENTANG HUSNUDZAN


2. VIDEO PERTEMUAN II TENTANG UKHUWWAH
   Belum diposting

3. VIDEO PERTEMUAN III TENTANG ASMAULHUSNAH
     Belum diposting

Rabu, 18 Maret 2020

BAB 11 KELAS X - TELADAN RASUL DI MADINAH

MENELADANI PERJUANGAN RASULULLAH SAW
DI MADINAH

A.    Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW Di Madinah
Hasil gambar untuk MAKAM RASUL DI MADINAHDakwah Rasulullah Muhammad SAW. di Makkah semakin mendapat rintangan dari orang-orang kafir, tidak hanya berupa tentangan dan larangan dalam menyebarkan agama Islam, namun juga penyiksaan dan pembunuhan terhadap kaum muslim Makkah. Bahkan ancaman pembunuhan juga diterima oleh Rasulullah SAW. Orang-orang kafir semakin berani mengintimidasi rasulullah SAW dan kaum muslimin Makkah semenjak beliau ditinggal wafat oleh istri tercinta Siti Khadijah dan Pamannya Abu Thalib, yang selalu menjadi pembela utama dari ancaman para kafir Quraisy.
Banyaknya intimidasi dan pemboikotan oleh kaum kafir Quraisy menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan bagi kaum muslimin Makkah. Diantara bentuk intimidasi dan pemboikotan itu ialah :
a.          Melarang setiap perdagangan dan bisnis dengan pendukung Muhammad SAW.
b.         Tidak seorang pun berhak mengadakan ikatan perkawinan dengan orang muslim.
c.          Melarang keras bergaul dengan kaum muslim.
d.         Musuh Muhammad SAW. harus didukung dalam keadaan bagaimana pun. Mereka berjanji akan membela dan mempertahankan Rasulullah SAW. dan  pengikutnya serta melindungi keluarganya seperti mereka melindungi anak dan istri mereka.
Di sisi lain, kesediaan penduduk Madinah (Yastrib) memikul tanggung jawab bagi keselamatan Rasulullah SAW. merupakan tanda yang jelas bagi kelanjutan dakwah Rasululllah SAW. Sehingga menjadi faktor pendorong lain yang memperkuat kaum muslimin Makkah untuk hijrah ke Madinah. Faktor-faktor itu yakni :
b.        Pada tahun 621 M, telah datang 13 orang penduduk Madinah menemui Rasulullah SAW. di Bukit Aqaba. Mereka berikrar memeluk agama Islam.
c.        Pada tahun berikutnya, 622 M datang lagi sebanyak 73 orang dari Madinah ke Mekah yang terdiri dari suku  Aus dan  Khazraj yang pada awalnya mereka datang untuk melakukan ibadah haji, tetapi kemudian menjumpai Rasulullah SAW. dan mengajak beliau agar hijrah ke Madinah.
Setelah melalui pemikiran yang mendalam disertai perintah langsung dari Allah SWT. untuk berhijrah ke Madinah, disusunlah rencana Rasulullah SAW. dan seluruh kaum muslim untuk  hijrah ke Madinah. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW. dari Mekah ke Madinah dilakukan dengan perencanaan yang sangat matang. Kaum muslimin diperintahkan untuk terlebih dahulu menuju Madinah tanpa membawa harta benda yang selama ini menjadi milik mereka. Sementara Rasulullah SAW. dan beberapa sahabat  merupakan orang terakhir yang hijrah ke Madinah. Hal itu dilakukan mengingat begitu sulitnya beliau keluar dari pantauan kaum kafir Quraisy.(PAI dan Budi Pekerti Kelas X, Kemdikbud, 2014)

B.     Substansi Dakwah Nabi SAW Di Madinah
Substansi dari perjuangan dakwah Rasulullah Muhammad SAW. di Madinah adalah sebagai berikut :
1.      Membina Persaudaraan antara Kaum Anśar dan Kaum Muhajirin
Kaum muslimin Makkah yang hijrah dikenal dengan sebutan kaum Muhajirin (kaum muslimin yang berhijrah)  sedangkan kaum muslimin Madinah disebut Kaum Anshar (kaum yang menolong muhajirin). Ketika rasulullah SAW. berada di Madinah, beliau kemudian mempersaudarakan Muhajirin dan  Anśar untuk mengikat setiap pengikut Islam yang terdiri dari berbagai macam suku dan kabilah ke dalam suatu ikatan masyarakat yang kuat, senasib, seperjuangan dengan semangat persaudaraan Islam. Kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan kaum Anśar dan persaudaraan itu dianggap seperti saudara kandung sendiri. Kaum Muhajirin dalam penghidupan ada yang mencari nafkah dengan berdagang dan ada pula yang bertani mengerjakan lahan milik kaum Anśar.

2.      Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam
Melihat kondisi masyarat Madinah yang majemuk, rasulullah Muhammad SAW. kemudian membentuk strategi dengan menciptakan suasana agar nyaman dan tenteram di Kota Madinah.Maka dibuatlah perjanjian dengan kaum Yahudi. Dalam perjanjiannya ditetapkan, dan diakui hak kemerdekaan tiap-tiap golongan untuk memeluk dan menjalankan agamanya. Diantara isi perjanjian itu sebagai berikut :
a.          Kaum Yahudi hidup damai berdampingan dengan kaum Muslimin.
b.         Kedua belah pihak diberikan kebebasan untuk memeluk agama.
c.       Kaum muslimin dan kaum Yahudi wajib tolong-menolong dalam melawan siapa saja yang memerangi mereka.
d.    Orang-orang Yahudi memikul tanggung jawab belanja mereka sendiri dan sebaliknya kaum muslimin juga memikul belanja mereka sendiri.
e.          Kaum  Yahudi dan kaum muslimin hendaklah saling membantu dan saling menasehati dalam kebaikan.
f.          Kota Madinah adalah kota suci yang wajib dijaga dan dihormati
Perjanjian yang dibuat kaum muslimin bersama kaum Yahudi dalam rangka untuk menciptakan perdamaian dan ketentraman dalam Madinah. Jadi pada intinya usaha-usaha Rasulullah SAW. dalam membangun masyarat madinah adalah :
b.      Kebebasan beragama
c.       Menegakkan syari’at Islam (azan, shalat, zakat dan puasa)
d.      Menegakkan hak-hak kemanusiaan

3.   Mengajarkan Pendidikan Politik, Ekonomi dan Sosial
Madinah yang pada awalnya dikenal dengan nama kota Yasrib diganti namanya oleh Rasulullah SAW. Dengan sebutan “Madinatul Munawwarah”. (kota yang bercahaya). Hal ini sesuai dengan sebutannya, sebab rasulullah SAW ketika membangun kota Madinah benar-benar dapat menciptakan nuansa kekeluargaan, persaudaraan dan persatuan antara kabilah dan suku-suku yang sebelumnya kerap kali bertikai. Beliau juga memberikan pendidikan politik yang terpuji dengan meletakkan dasar-dasar kemanusiaan. Dalam bidang ekonomi dan sosial beliau juga membangkitkan sektor pertanian dan perdagangan, juga hubungan sosial kemasyarakatan yang stabil. Sehingga terciptalah suasana saling menghormati antara satu lapisan masyarakat dengan lainnya.

C.       Strategi Dakwah Nabi SAW Di Madinah
Para ahli sejarah memberikan penjelasan tentang strategi perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah dengan catatan-catatan yang fantastis. Sehingga dapat mengukir sejarah kemanusia dan mengajarkan tatanan kenegaraan yang menjunjung tinggi unsur keagamaan, perpolitikan, ekonomi dan sosial budaya. Adapun strategi perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah meliputi hal-hal sebagai berikut :

1.   Meletakkan Dasar-Dasar Kehidupan Bermasyarakat
a.    Membangun masjid. Sebagai tempat beribadah, pendidikan dan bermusyawarah dalam mengatur strategi dakwah.
b.    Membangun  ukhuwah Islamiyah. Dengan maksud untuk menciptakan persaudaraan antara umat Islam.
c.          Menjalin persahabatan dengan pihak-pihak lain yang nonmuslim.

2.   Surat Nabi SAW. kepada Para Raja
Agama Islam disebarkan dengan cara damai dan santun, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. setelah selesai melakukan beberapa peperangan penting dengan kaum kafir yang ingin menghancurkan umat muslim. Seperti perang badar, uhud, khandaq, tabuk, hunain. Rasulullah SAW kemudian mengatur strategi dakwah hingga ke kerajaan-kerajaan besar lainya Salah satu cara yang ditempuh Nabi Muhammad SAW. adalah dengan berkirim surat kepada raja-raja, para penguasa negeri-negeri tersebut. Di antara raja-raja yang dikirimi surat oleh Nabi Muhammad SAW. adalah raja Gassan, Mesir, Abisinia, Persia, dan Romawi. Namun setelah mendapatkan surat dari Rasulullah SAW. tidak satu pun dari raja-raja tersebut menyambut dan menerima ajakan Nabi Muhammad SAW. Semuanya menolak dengan cara yang beragam. Rasulullah SAW tidak mengenal lelah dalam berdakwah sehingga diantara kerajaan-kerajaan itu kemudian masuk Islam dengan cara damai.

3.      Penaklukan Makah
Peristiwa penaklukan kota Makah (Fathu Makah) adalah peristiwa pembebasan kota Makah oleh kaum Muslimin. Kaum muslim datang dengan jumlah sekitar 10.000 orang dengan maksud untuk menunaikan ibadah haji. Peristiwa tersebut dilakukan oleh kaum muslimin setelah terjadi pengkhianatan kaum kafir Qurays terhadap perjanjian Hudaibiyah.
Perjanjian Hudaibiyah berisi lima kesepakatan, yaitu:
  • Kaum muslimin tidak boleh mengunjungi Ka’bah pada tahun ini dan ditangguhkan sampai tahun depan
  • Lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja
  • Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah. Sebaliknya, pihak Quraisy menolak untuk mengembalikan orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah
  • Selama sepuluh tahun dilakukan genjatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekah
  • tiap kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kuam Quraisy atau kaum muslimin bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan.



Setelah peristiwa Fathu Makah, pada tanggal 5 dzulhijjah tahun 10 H/622 M. Nabi Muhammad SAW. kemudian melakukan ibadah haji yang disebut sebagai haji wada’ (haji perpisahan). Ibadah haji tersebut merupakan haji yang istimewa sebab beliau mendapatkan wahyu terakhir yaitu QS. Al-Maidah ayat 3 dan merupakan haji terakhir Rasulullah SAW. sebelum beliau wafat.
gpaismkn5sby. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts