Buku Atau Batu ?
Anak-anakku semuanya, ada sebuah pepatah kuno dari Tiongkok yang bunyinya sangat sederhana, namun memiliki makna yang sangat tajam bagi masa depan kalian, "Jika kamu malas mengangkat buku, maka kelak kamu harus kuat mengangkat batu."
Mungkin saat ini kalian merasa bahwa tas sekolah yang berisi buku-buku pelajaran itu terasa berat. Membaca berlembar-lembar teori, menghafal rumus, atau mengerjakan tugas di rumah terasa seperti beban yang ingin segera kalian letakkan.
Namun, pahamilah satu hal, buku di sini bukan sekadar kertas dan tinta, melainkan simbol dari ilmu pengetahuan, keterampilan, dan wawasan. Jika hari ini kalian memilih untuk menyerah pada rasa malas, menolak untuk "mengangkat buku" atau mengasah otak, maka dunia tidak akan memberikan kalian banyak pilihan di masa depan.
"Mengangkat batu" adalah simbol dari kerasnya perjuangan hidup bagi mereka yang tidak membekali diri dengan ilmu. Ketika kalian tidak memiliki keahlian atau pendidikan yang mumpuni, kalian akan terpaksa mengandalkan tenaga fisik semata untuk bertahan hidup, bekerja di bawah terik matahari, melakukan pekerjaan kasar yang melelahkan, dengan upah yang mungkin hanya cukup untuk makan sehari.
Mereka yang mau bersusah payah melatih otaknya hari ini, akan memiliki kendali atas hidupnya besok. Mereka yang memanjakan tubuhnya dengan kemalasan hari ini, akan dipaksa oleh keadaan untuk bekerja lebih keras daripada orang lain di masa depan.
Mungkin ada yang berargumen, "Tapi Pak, banyak orang sukses yang tidak sekolah tinggi." Ingat, meskipun mereka tidak "mengangkat buku" di sekolah formal, mereka "mengangkat buku" kehidupan. Mereka belajar lebih keras, membaca peluang lebih tajam, dan bekerja lebih disiplin daripada orang rata-rata. Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa "beban" yang harus dipikul.
Oleh karena itu, jangan mengeluh saat guru memberikan tugas. Jangan menggerutu saat harus belajar untuk ujian. Semua itu adalah latihan otot mental kalian. Semakin banyak buku yang kalian "angkat" hari ini, semakin ringan beban hidup yang akan kalian pikul di masa depan.
Gunakan waktu kalian di sekolah ini untuk menempa diri. Jadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan beban. Karena pada akhirnya, ilmu pengetahuanlah yang akan membebaskan kalian dari beratnya "mengangkat batu" di masa depan.
Demikian amanat yang dapat Bapak sampaikan pada pagi hari ini. Semoga kalian menjadi generasi yang lebih memilih lelah karena belajar, daripada lelah karena kerasnya tekanan hidup tanpa persiapan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber : FB Wildan Edu










