Selamat Datang di Situs Resmi MGMP PAI SMKN 5 Surabaya

"Tata Niat, karena baik buruknya niat akan kembali pada yang berniat"

Nasionalisme sebagai bagian dari kerakter religius Murid

Cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman.

Gerakan Menulis Mushaf Al-Qur'an

Antusiasme Para Murid SMKN 5 Surabaya dalam belajar menulis Ayat-AYat Al-Qur'an.

Istiqomah Dalam Dendirikan sholat 5 Waktu

Dimulai dari Program Penguatan Karakter dan Materi PAI (PPKM PAI) di SMKN 5 Surabaya .

Pembiasaan Cinta Al-Qur'an

Pengembangan Program Tahfidz AL-Qur'an SMKN 5 Surabaya.

Subscribe Us

# SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI GURU MAPEL PAI SMKN 5 SURABAYA, NGAJI SEPANJANG HAYAT | INFO : SELAMA MASA PEMBELAJARAN DI RUMAH, PEMBELAJARAN PAI DIPUSATKAN DI SITUS RESMI INI, BAGI SISWA-SISWI SMKN 5 SURABAYA SILAHKAN KOORDINASI DENGAN GURU PAI MASING-MASING UNTUK BERSAMA-SAMA MEMBERDAYAKAN SITUS INI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH # .....
Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS XI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2020

PANDUAN & KETENTUAN PEMBELAJARAN DARING PAI


Help Symbols PNG Transparent Background, Free Download #17006 ...
PANDUAN DAN KETENTUAN BELAJAR DARING/ONLINE
MAPEL PEND. AGAMA ISLAM SMKN 5 SURABAYA
TAHUN AJARAN 2020/2021

NO
KETENTUAN-KETENTUAN
DURASI
(90 Menit)
1
KETENTUAN ABNSENSI CEK IN (MASUK)
10 Menit

1.       Absensi Cek ini mulai dilakukan Sejak Jam Masuk Pelajaran daring PAI
2.       Teknis Absensi ditentukan oleh Guru PAI Masing-masing dengan menggunakan berbagai macam sistem/aplikasi pembelajaran/ komunikasi online (Mohon ketua/perwakilan kelas menghubungi GPAI Masing-masing)

2
KETENTUAN AWAL  PEMBELAJARAN
20 menit

1.       Peserta didik wajib memulai pembelajaran dengan membaca Doa Sebelum belajar sesusai dengan tata cara yang telah diajarkan oleh GPAI SMN 5 Surabaya
2.       Peserta didik Wajib membaca Maksimal 3-5 Surat Pendek Dalam Juz ‘Amma (Daftar Surat akan ditentukan oleh GPAI)
3.       Peserta didik wajib memastikan adanya akses internet yang baik dan stabil.
4.       Peserta didik menyiapkan Buku catatan PAI dan alat tulisnnya di setiap mengikuti pembelajaran Daring  PAI.
5.       Peseta didik sudah membaca/mengakses info Materi di Pusat Informasi Pembalajaran GPAI SMKN 5 SBY melalui Blog Resmi GPAI di www.gpaismkn5sby.blogspot.com
6.       Peserta didik wajib memiliki akun gmail dan media sosial untuk mengkakses media sosial milik tim GPAI yakni :
-          Instagram                : gpaismkn5sby
-          Chanel Youtube     : GPAI SMKN5SBY

3
KETENTUAN PROSES PEMBELAJARAN
40 menit

1.       Peserta didik hanya diperkenankan mengambil informasi proses Pembelajaran PAI yang resmi dan bersumber dari Guru PAI SMKN 5 Surabaya (sering membaca / mencocokkan sumber materi / link materi di www.gpaismkn5sby.blogspot.com
2.       Selama masa pembelajaran PAI Daring, peserta didik harus memanfaatkan waktu yang disediakan sesuai jadwal dengan sebaik-baiknya agar tidak mengganggu agenda pelajaran lainnya.
3.       Dalam mengikuti pembelajaran baik secara literasi (teks bacaan), Gambar, Audio/Video atau yang lainnya, peserta didik dianjurkan untuk mencatatat poin-poin penting di Buku Tulis khusus PAI (tidak dicampur) agar mudah untuk dipelajari kembali oleh Masing-Masing peserta didik.
4.       Setiap kendala dalam proses pembelajaran daring mohon segera dikonsultasikan kepada Guru PAI masing-masing
5.       Pertanyaan dari peserta didik terkait materi yang dibahas dapat ditanyakan langsung pada Guru PAI Masing-masing

4
KETENTUAN PENUTUP PEMBELAJARAN
20 Menit

1.       Peserta didik menutup Pembelajarannya dengan bacaan Hamdalah dan Doa Kafaratul Majelis
2.       Peserta didik mengetahui teknis Pengumpulan Bukti / hasil pembelajaran / tugas kepada Guru PAI (koordinasikan pada Guru PAI masing-masing)
3.       Pengumpulan Bukti / hasil pembelajaran / tugas kepada Guru PAI menjadi bukti Absensi Cek-Out (keluar) pembelajaran Daring PAI

KETENTUAN TAMBAHAN

1.       Bagi peserta didik yang  terlambat / tidak mengikuti pembelajaran daring PAI sesuai jadwal yang diberikan tanpa ada alasan dan koordinasi yang jelas pada Guru PAI maka dianggap Alpa (tidak masuk)
2.       Peserta didik yang terkendala Handphone / jaringan / kuota internet di saat jam pembelajaran berlangsung, maka diberikan toleransi susulan sampai Pukul : 20.00 WIB pada hari yang sama sesuai jadwal pembelajaran PAI daring.
3.       Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur dalam kontrak belajar daring PAI ini akan diatur oleh kebijaksanaan Guru PAI Masing-masing kelas.
DAFTAR GURU & CONTACT GURU PAI (WA)


1.       Ust. Muchamad Sofyan Hadi, M.Pd.I            : 081234885558
2.       Ust. Muhammad Alfithrah Arufa, M.Pd.I     : 087738946046
3.       Ust. Muhammad As’ad, S.Pd.I                        : 085645604486
4.       Ust. Sulthon Asmuni, S.Pd.I                            : 089699999906
5.       Ust. Onny Fahamsuah, MT.                            : 082245131981
6.       Usth. Zulfatul Asy’ariyya, S.Pd.I                     : 0817150290

LINK AKSES ONLINE PAI YANG RESMI

Blogspot       :
gpaismkn5sby.blogspot.com – klik  link : https://gpaismkn5sby.blogspot.com/

Instagram     :
gpaismkn5sby – klik  link : https://www.instagram.com/gpaismkn5sby/

Youtube        :
JADWAL RUTIN DARING PAI


KELAS X         : Selasa  | Pukul : 11.00 – 12.30 WIB
KELAS XI        : Senin   | Pukul : 09.00 – 10.30 WIB
KELAS XII       : Kamis  | Pukul : 09.00 – 10.30 WIB

* Ketentuan ini berlaku sejak tanggal diterbitkan hingga saat yang belum dapat ditetentkan / pandemi   berakhir

Surabaya, 20 Juli 2020
Koordinator GPAI SMKN 5 Surabaya
 





Mucahamad Sofyan Hadi, M.Pd.I


DOWNLOAD FILE KETENTUAN DARING PAI

BAB I KELAS XI - MEMBANGUN BANGSA MELALUI PERILAKU TAAT, KOMPETITIF DAN KERJA KERAS

MEMBANGUN BANGSA MELALUI PERILAKU TAAT,
KOMPETITIF DAN KERJA KERAS

Membangun Bangsa Dengan Bahasa Indonesia | Bahasakita.com

DOWNLOAD BUKU PAI BAB I KELAS XI

Perlu anda ketahui, manusia diciptakan oleh Allah SWT semata-mata untuk beribadah kepadaNya. Tentunya beribadah dengan pengertian yang luas, tidak hanya menjalankan sholat, puasa, atau zakat. Akan tetapi setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari pun merupakan bagian dari ibadah, jika anda meniatkan semua itu untuk ibadah. Ini artinya kita dituntut oleh Allah untuk mempersembahkan yang terbaik dalam arti kita harus senantiasa termotivasi untuk berkompetisi dalam kebaikan. Dalam modul ini, anda akan diajak untuk mengkaji bagiamana sikap kompetitif yang harus dimiliki oleh setiap muslim sebagai bentuk implementasi pemahaman dari QS. Al Maidah (5): 48;Q.S. Az-Zumar (39) : 39; dan Q.S. At Taubah (9): 105 serta Hadits yang terkait

 

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

Artinya :

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (QS. Al Maidah (5): 48)

 

Dari terjemahan ayat diatas dapat dipahami bahwa Allah SWT. menghendaki manusia itu sebagai makhluk yang dapat mempergunakan akal dan pikirannya, dapat maju dan berkembang dari zaman ke zaman. Dari masa kanak-kanak ke masa remaja meningkat jadi dewasa dan seterusnya.

Demikianlah Allah SWT. menghendaki dan memberikan kepada tiap-tiap umat syariat tersendiri untuk menguji sampai di mana manusia itu dapat dan mampu melaksanakan perintah Allah atau menjauhi larangan-Nya. Sebagai mana yang telah ditetapkan di dalam kitab Samawi-Nya, untuk dapat diberi Pahala atau disiksa.

Oleh karena itu sudah seharusnyalah manusia berlomba-lomba berbuat kebaikan dan amal saleh, sesuai dengan syariat yang dibawa oleh Nabi penutup, Rasul terakhir Muhammad SAW. Syariat yang menggantikan syariat sebelumnya. untuk kepentingan di dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak.

Pada suatu waktu nanti, mau tak mau manusia akan kembali kepada Allah SWT. memenuhi panggilan-Nya, ke alam Baqa. Di sanalah nanti Allah SWT. akan memberitahukan segala sesuatunya tentang hakikat yang diperselisihkan mereka. Orang-orang yang benar-benar beriman akan diberi pahala, sedang orang-orang yang ingkar dan menolak kebenaran, serta menyeleweng dari-Nya tanpa alasan dan bukti akan diazab dan dimasukkan ke dalam neraka.

 

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Artinya :

Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,(Q.S. Az-Zumar (39) : 39)

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

Artinya :

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".(Q.S. At Taubah (9): 105)

 

Allah memerintahkan kita untuk bekerja, dan Allah pasti membalas semua apa yang telah kita kerjakan. Yang paling unik dalam ayat ini adalah penegasan Allah bahwa motivasi atau niat bekerja itu mestilah benar.  Sebab kalau motivasi bekerja tidak benar, Allah akan membalas dengan cara memberi azab. Sebaliknya, kalau motivasi itu benar, maka Allah akan membalas pekerjaan itu dengan balasan yang lebih baik dari apa yang kita kerjakan. Lebih jauh Surat An-Nahl : 97 menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan gender dalam menerima upah / balasan dari Allah.  Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada diskriminasi upah dalam Islam, jika mereka mengerjakan pekerjaan yang sama.  Hal yang menarik dari ayat ini, adalah balasan Allah langsung di dunia (kehidupan yang baik/rezeki yang halal) dan balasan di akherat (dalam bentuk pahala).

 

Hadits tentang keutamaan bekerja keras

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik, daripada ia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya ataupun tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Dalam sebuah hadits yang lain Rasul ShallAllahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah” (Hadits Riwayat Ahmad & Ibnu Asakir )

 

Dalam hadits-hadits yang disebutkan di atas, menunjukkan bahwa bekerja merupakan perbuatan yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi wa Sallam memberikan pelajaran menarik tentang pentingnya bekerja. Dalam Islam bekerja bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut, tapi juga untuk memelihara harga diri dan martabat kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi. Karenanya, bekerja dalam Islam menempati posisi yang teramat mulia. Islam sangat menghargai orang yang bekerja dengan tangannya sendiri.

Kerja juga berkait dengan martabat manusia. Seorang yang telah bekerja dan bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya akan bertambah martabat dan kemuliannya. Sebaliknya, orang yang tidak bekerja alias menganggur, selain kehilangan martabat dan harga diri di hadapan dirinya sendiri, juga di hadapan orang lain. Jatuhnya harkat dan harga diri akan menjerumuskan manusia pada perbuatan hina. Tindakan mengemis, merupakan kehinaan, baik di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT. Akan tetapi perlu diingat bahwa yang dimaksud dalam hadits-hadits di atas adalah orang yang bekerja sesuai dengan ajaran Islam. Bekerja pada jalur halal dan bukan bekerja dengan pekerjaan yang diharamkan oleh Allah. Allah Subhanhu Wa Ta'ala. telah membentangkan bumi dan langit ini adalah sebagai karunia yang teramat besar untuk seluruh umat manusia. Yuk kita makmurkan bumi ini melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, agar pintu keberkahan mengalir ke segala penjuru bumi ini, amin.

Wallahu a'lam

------------------------------------

SIMAKLAH VIDEO BERIKUT INI DENGAN BAIK !

------------------------------------

1. VIDEO PERTEMUAN 1 TENTANG TAAT ATURAN


2. VIDEO PERTEMUAN 2 KOMPETISI DALAM KEBAIKAN


3. VIDEO PERTEMUAN 3 ETOS KERJA

VIDEO BELUM DISAMPAIAKN





Kamis, 19 Maret 2020

BAB 11 KELAS XI - SAATNYA UMMAT ISLAM BANGKIT

BANGUN DAN BANGKITLAH 
WAHAI PEJUANG ISLAM

Hasil gambar untuk SENYUMAN MUSLIM


A.    Perkembangan Sejarah Peradaban Islam
Dalam garis besarnya, sejarah Islam dapat dibagi ke dalam 3 periode besar : klasik, pertengahan dan modern. Periode klasik (650 – 1250 M) merupakan zaman kemajuan dan dibagi ke dalam 2 fase.
Pertama, fase ekspansi, integrasi dan puncak kemajuan (650-1000 M). Di zaman inilah daerah Islam meluas melalui Afrika Utara sampai ke Spanyol di Barat dan melalui Persia sampai ke India di Timur. Daerah-daerah itu tunduk kepada kekuasaan khalifah yang pada mulanya berkedudukan di Madinah kemudian di Damsyik dan terakhir di Baghdad.
Di masa itu pula berkembang dan memuncak ilmu pengetahuan, baik dalam agama maupun dalam bidang ekonomi dan kebudayaan. Zaman inilah yang menghasilkan ulama-ulama besar seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dan Imam Ibnu Hambali dalam bidang hukum (Fiqih). Imam Al-Asy’ari, Imam Al-Maturidi, pemuka-pemuka Mu’tazilah seperti Washil ibnu Atho’, Abu Al Huzail dalam bidang Teologi. Zunnun Al-Misri, Abu Yazid Al-Bustami dan Al-Khallaj dalam (Tasawuf). Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Maskawaih dalam filsafat, selanjutnya Al-Khaitam, Ibnu Hayyan, Al-Khawarizmi dan Ar-Razi dalam bidang ilmu pengetahuan.
Kedua, fase disintegrasi (1000-1250 M).Di masa ini keutuhan umat Islam dalam bidang politik mulai pecah, kekuasaan menurun dan akhirnya Baghdad dapat dikuasai dan dihancurkan oleh Hulagu Khan di tahun 1258 M. Khalifah sebagai lambang kesatuan politik umat Islam hilang.
Adapun periode pertengahan (1250-1800 M) juga dapat dibagi ke dalam 2 fase.
Pertama, fase Kemunduran (1250-1500 M). di zaman ini desentralisasi bertambah meningkat pelan namun pasti, beberapa wilayah memisahkan diri dari kekuasaan pusat. Perbedaan antara Suni dan Syi’ah, demikian juga antara Arab dan Persia mulai dimunculkan kembali dan bertambah nyata kelihatan. Dunia Islam terbagi 2, bagian Arab yang terdiri atas Arabiyah, Iraq, Suriah, Palestina, Mesir dan Afrika Utara dengan Mesir sebagai pusat. Bagia Persia terdiri dari Balkan, Asia Kecil dan Asia Tengah dengan Iran sebagai pusat.
Kebudayaan Persia mengambil bentuk Internasional dan dengan demikian mendesak lapangan kebudayaan Arab untuk menutup Ijtihad. Demikian juga Tarekat dengan pengaruh negatifnya perhatian pada ilmu pengetahuan kurang sekali, umat Islam Spanyol dipaksa masuk kristen atau keluar dari daerah itu.
Kedua, fase 3 kerajaan besar (1500-1800 M), yang dimulai dengan zaman kemajuan (1500-1700 M) dan zaman kemunduran (1700-1800 M). Tiga kerajaan besar yang dimaksud adalah Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Syafawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India. Ketiga kerajaan besar ini mempunyai kejayaan masing-masing terutama dalam bentuk literatur dan arsitek. Masjid-masjid dan gedung-gedung indah yang didirikan di zaman ini masih dapat dilihat di Istambul, Tabriz, Isfahan serta kota-kota lain di Iran dan di Delhi. Di zaman kemunduran, kerajaan Usmani terpukul di Eropa. Kerajaan Syafawi dihancurkan oleh serangan-serangan suku bangsa Afghan. Sedangkan daerah kekuasaan kerajaan Mughal diperkecil oleh penguasa raja-raja India. Kekuatan militer dan kekuatan politik umat Islam menurun. Umat Islam dalam keadaan mundur dan statis. 
Dan pada masa itu Eropa dengan kekayaan-kekayaan yang diangkut dari Amerika dan Timur jauh bertambah kaya dan maju. Penetrasi Barat yang kekuatannya meningkat ke dunia Islam yang kekuatannya menurun kian mendalam dan meluas. Akhirnya Napoleon di tahun 1768 M menduduki Mesir sebagai salah satu pusat Islam yang terpenting.
    Periode modern ( 1800 M dan seterusnya) merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Jatuhnya Mesir ke tangan barat menginsafkan dunia Islam akan kelemahannya dan menyadarkan umat Islam bahwa di Barat telah timbul peradaban baru yang lebih tinggi yang merupakan ancaman bagi Islam. Raja-raja dan pemuka Islam mulai memikirkan bagaimana meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam kembali. Di periode modern inilah timbulnya ide-ide pembaharuan dalam Islam.

B.    Tokoh-tokoh Pembaharuan dalam Pemikiran Islam
        Tokoh-tokoh Pembaharuan dalam pemikiran ini adalah :
1.     Muhammad Ibnu Abdul Wahab (1703-1778)
        Gerakan pembaharuan Islam (modernisme) diawali oleh gerakan pemurnian Islam yang dipelopori oleh Muhammad Ibnu Abdul Wahab (1703-1778). Pokok ajaran Muhammad Ibnu Abdul Wahab (Wahabi) adalah menentang semua bentuk bid’ah dan khurafat dan kembali kepada ajaran pokok Al-Qur’an dan Hadits.
        Paham yang dikembangkan ini bertambah kuat setelah mendapat dukungan Muhammad Ibnu Sa’ud (pendiri kerajaan Saudi Arabia) dan puteranya Abdul Aziz. Faham Wahabi ini wajib diajarkan di madrasah-madrasah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi di negara Saudi Arabia sampai saat ini.
        Pemikiran Wahabi mempunyai pengaruh pada perkembangan pemikiran pembaharuan Islam pada abad 19 dan 20.
1.       Syah Waliyullah (1703-1758)
Syah Waliyullah dilahirkan di Delhi pada tanggal 21 Februari 1703 M. Ia mendapatkan pendidikan dari orang tuanya, Syah Abd Rahim, seorang sufi dan ulama yang memiliki madrasah. Setelah dewasa, ia kemudian turut mengajar di madrasah itu. Selanjutnya, ia pergi naik haji dan selama satu tahun di Hejaz ia sempat belajar pada ulama-ulama yang ada di Mekkah dan Madinah. Ia kembali ke Delhi pada tahun 1732 dan meneruskan pekerjaannya yang lama sebagai guru. Di samping itu, ia gemar menulis buku dan banyak meninggalkan karya-karyanya, di antaranya buku Hujjatullāh Al-Bal³gah dan  Fuyun Al-Haramain.
Di zaman Syah Waliyullah, penerjemahan al-Qur’ān ke dalam bahasa asing masih dianggap terlarang. Tetapi, ia melihat bahwa orang di India membaca al-Qur’ān dengan tidak  mengerti isinya. Pembacaan tanpa pengertian tak besar faedahnya untuk kehidupan duniawi mereka. Ia melihat perlu al-Qur’ān diterjemahkan ke dalam bahasa yang dapat dipahami orang awam. Bahasa yang dipilihnya ialah bahasa Persia yang banyak dipakai di kalangan terpelajar Islam India di ketika itu. Penerjemahan al-Qur’ān ke dalam bahasa Persia disempurnakan Syah Waliyullah di tahun 1758. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu yang umum dipakai masyarakat India.
2.       Muhammad Ali Pasya (1765-1849)
Muhammad Ali Pasya lahir di Kawala, Yunani pada tahun 1765 M adalah seorang keturunan Turki dan meninggal di Mesir pada tahun 1849 M. Sebagaimana raja-raja Islam lainnya, Muhammad Ali juga mementingkan soal yang bersangkutan dengan militer. Ia yakin bahwa kekuasaannya hanya dapat dipertahankan dan diperbesar dengan kekuatan militer. Di samping itu, ia mengerti bahwa di belakang kekuatan militer mesti ada kekuatan ekonomi yang sanggup membelanjai pembaharuan dalam bidang militer, dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan urusan militer. Jadi, ada dua hal yang penting baginya, kemajuan ekonomi dan kemajuan militer. Kedua hal tersebut menghendaki ilmu-ilmu modern yang telah dikenal orang di Eropa.
Ide dan gagasan Muhammad Ali Pasya yang sangat inovatif pada zamannya antar lain bahwa, untuk mendirikan sekolah-sekolah modern dan memasukkan ilmu-ilmu modern dan sains ke dalam kurikulum. Sekolah-sekolah inilah yang kemudian yang dikenal sebagai sekolah modern di Mesir pada khususnya dan dunia Islam pada umumnya.
3.      Al-Tahtawi (1801-1873)
Rifa’ah Baidawi Rafi’ Al-Tahtawi demikian nama lengkapnya. Ia lahir pada tahun 1801 M di Tahta, suatu kota yang terletak di Mesir bagian selatan dan meninggal di Kairo pada tahun 1873 M. ide dan gagasannya diantaranya
Ajaran Islam bukan hanya mementingkan soal akhirat, tetapi juga soal hidup di dunia. Umat Islam juga harus memperhatikan kehidupan dunia. Kekuasaan raja yang absolut harus dibatasi oleh syariat, raja harus bermusyawarah dengan ulama dan kaum intelektual. Syariat harus diartikan sesuai dengan perkembangan modern. Inilah dari gagasan Al-Tahtawi yang berpengaruh bagi pembaharuan Islam.
4.      Jamaluddin Al Afghani (1839-1897)
        Pemikiran Wahabi diteruskan oleh Jamaluddin Al Afghani yang lahir di Afghanistan tahun 1839 dan meninggal di Istambul, Turki tahun 1897. Jamaluddin Al Afghani dalam perjalanan hidupnya tidak menetap dalam suatu daerah tertentu, tetapi pindah dari suatu negara ke negara yang lain.
        Setelah pemikirannya dibatasi di negeri kelahirannya (Afghanistan), ia pergi ke India tahun 1869. di India juga merasa tidak bebas bergerak, karena negara ini jatuh ke tangan Inggris, sewaktu ia pindah ke Mesir tahun 1871 dan ia menetap di Cairo, semula ia menjauhi persoalan politik dan memusatkan perhatian pada bidang Ubudiyah dan sastra Arab, tempat tinggalnya menjadi tempat pertemuan murid dan pengikutnya.
        Diantara murid Al Afghani ada yang kemudian menjadi pemimpin terkemuka seperti Muhammad Abduh. Tahun 1876 Al Afghani mulai terlibat dalam urusan politik dan pada tahun 1879 berhasil membentuk partai Al Hizb Al Wathani (Partai Nasional). Karena pengaruhnya yang besar dalam berbagai bidang, Inggris yang menguasai Mesir pada saat itu mengusir Al Afghani keluar dari Mesir tahun 1879. Masa delapan tahun menetap di Mesir membagkitkan pemikiran modern di Mesir.
        Atas undangan Sultan Abdul Hamid, Al Afghani selanjutnya pindah ke Istambul Turki sampai akhir hayatnya. Pemikirannya yang modern dalam bidang agama dan politik yang selalu mengedepankan perlunya negara demokrasi, dan itu bertentangan dengan bentuk pemerintahan yang dijalankan Sultan yaitu otokrasi. Sampai gerakan Al Afghani dibatasi dan akhirnya tidak dapat keluar dari Istambul, Al Afghani wafat pada tahun 1897.
5.       Muhammad Abduh (1849-1905)
        Pemikiran Muhammad Abduh yang menonjol adalah faktor penyebab kemunduran umat Islam. Salah satunya adanya faham kejumudan yang tidak mau menerima adanya perubahan. Dan banyak dipengaruhi oleh berbagai macam bid’ah yang membuat umat Islam lupa akan ajaran Islam yang sebenarnya yaitu Al Qur’an dan Hadist.
        Oleh karena itu pembekuan pintu Ijtihad perlu dihilangkan, dan kembali kepada sunatullah dengan cara memfungsikan peran akal yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam Al Qur’an.
6.       Rasyid Ridha (1965-1935)
        Rasyid Ridha adalah murid terdekat Muhammad Abduh, ia lahir di Al Qalamun suatu desa di Libanon pada tahun 1865. pemikiran Rasyid Ridha sama dengan pemikiran pendahulunya yaitu pembersihan semua tradisi yang tidak sesuai dengan Al Qur’an dan hadist. Pemikirannya tidak banyak berbeda dengan gurunya. Perbedaannya hanya: Muhammad Abduh terlepas dari semua aliran mazhab, sedangkan Rasyid Ridha tetap terikat pada mazhab, yaitu mazhab Hambali, pemikiran Ibnu Taimiyah dan gerakan Wahabi.
7.        Muhammad Iqbal (1876-1938)
Muhammad Iqbal berasal dari keluarga golongan menengah di.Punjab dan lahir di Sialkot pada tahun 1876. Berbeda dengan pembaharu-pembaharu lain, Muhammad Iqbal adalah penyair dan filosof. Tetapi, pemikirannya mengenai kemunduran dan kemajuan umat Islam mempunyai pengaruh pada gerakan pembaruan dalam Islam.
Pemikiran Muhammad Iqbal tentang pembaruan Islam diantaranya : Ijtihad mempunyai kedudukan penting dalam pembaruan Islam dan pintu ijtihad tetap terbuka. Umat Islam perlu mengembangkan sikap dinamisme. Dalam syiarnya, ia mendorong umat Islam untuk bergerak dan jangan tinggal diam.
Disamping tokoh-tokoh tersebut juga masih terdapat banyak tokoh yang berjasa dalam pembaharuan Islam.
C.    Gerakan Pembaharuan Islam di Beberapa Negara
        Pada akhir abad 19 dan awal abad 20 beberapa negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Mulai mengadakan pembaharuan kembali pemikiran Islam dengan cara kembali ke pada Al Qur’an dan Sunah Rasul serta Ijtihad. Sumber hukum yang ketiga ini selalu terbuka sepanjang masa. Sejalan dengan itu, melepas belenggu taqlid (jumud) yang telah ada di kalangan umat Islam selama kurang lebih 500 tahun. Negara yang telah mengadakan pembaharuan antara lain :
1.     Arab Saudi
        Gerakan pembaharuan Islam di Arab Saudi dimulai oleh Muhammad Ibnu Abdul Wahab (1703-1778). Pokok pemikirannya seperti yang telah diuraikan di atas yaitu kembali kepada ajaran pokok yaitu Al-Qur’an dan hadist serta memberantas segala bentuk bid’ah dan khufarat yang telah lama mengakar di kalangan sebagian umat.
        Namun gerakan ini di negara-negara Asia Teanggara tidak begitu populer dan kurang diterima oleh masyarakat setempat
2.     Mesir
        Gerakan pembaharuan Islam di Mesir lebih giat setelah masuknya Jamaluddin Al-Afghani, kemudian diteruskan dengan Muhammad Abduh (1849-1905). Gerakan pembaharuan di Mesir selanjutnya dikembangkan oleh murid Muhammad Abduh seperti Rasyid Ridha, Zahlul, dan Farid Wajdi.
3.     India dan Pakistan
        Ide pembaharuan di India dan Pakistan dicetuskan oleh Syaikh Waliyullah pada abad ke 18., kemudian diteruskan oleh anaknya Syaikh Abdul Aziz (1746-1823) dan dikembangkan oleh Sayyid Ahmad Khan dan Sayid Ahmad Syahid. Mereka berpendapat bahwa muslim India mundur karena agama yang mereka anut tidak lagi Islam yang murni, tetapi telah tercampur dengan ajaran-ajaran Hindu dan Budha. Oleh karena itu umat Islam India harus kembali kepada ajaran yang murni yaiut Al-Qur’an dan Hadist.
        Gerakan pembaharuan di India terus berkembang terutama setelah munculnya tokoh muda Muhammad Iqbal dan Muhammad Ali Jinnah. Gerakan pembaharuan yang dilakukan kedua tokoh tidak hanya dalam bidang aqidah dan syari’ah, tetapi juga politik sehingga berhasil mendirikan negara Islam Pakistan yang terlepas dari India.
4.     Turki
        Turki adalah satu-satunya kerajaan Islam di Barat sampai pertengahan abad 20. karena itu, tidak heran kalau pembaharuan pemikiran Islam banyak dipengaruhi oleh faham yang berkembang di Barat seperti Nasionalisme, Liberalisme, Sosialisme dan Demokrasi. Di satu sisi, ingin mempertahankan sistem kerajaan yang dipimpin oleh seorang khalifah, sementara di sisi lain ingin mengubah bentuk negara menjadi Republik. Dalam perkembangannya ternyata yang dipilih rakyat Turki adalah sistem Republik sehingga berdiri Republik Turki pada tanggal 3 Maret 1924 dengan presiden pertama Musthafa Kemal Pasha.

D.    Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia
1.      Gerakan pembaharuan Islam di Indonesia diawali dengan datangnya Haji Miskin dan kawan-kawannya dari menunaikan ibadah haji tahun 1802 di Minangkabau, Sumatera Barat. Mereka dinamai kaum Padri, berpakaian serba putih, mengadakan perubahan secara radikal dan membawa ajaran salaf.
Ajaran salaf adalah ajaran yang telah dijalankan oleh para sahabat nabi dan tabi’in, pahamnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah dijalankan secara murni dan konsekwen bila terjadi suatu permasalahan mereka menggunakan ijtihad sebagai sumber hukum ketiga.
Gerakan salaf dengan mazhab Wahabi  yang telah dirintis oleh Haji Miskin dan kawannya diteruskan oleh para ulama di Sumatera Barat terutama dipelopori oleh Syaikh Muhammad Abdullah Ahmad (1878-1933) dan Syaikh Haji Abdul Karim Amrullah (1879-1945), ayahanda Prof. DR. HAMKA, serta Syaikh Muhammad Jamil Jambek (1860-1947) yang selanjutnya membuka lembaga pendidikan modern, berupa pesantren Tawalib bahkan membuka pesantren putri “Diniyah Putri” Padang Panjang.
Gerakan pembaharuan ini terus berkembang sampai pergerakan nasional dengan munculnya organnisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan (1912) di Yogyakarta yang fahamnya menolak semua bentuk tradisi-tradisi yang telah mengakar di masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Kemudian Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan oleh Hadratusy Syaikh KH.Hasyim Asy’ari  pada tanggal 31 Januari 1926. organisasi ini memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa dan kebangkitan umat yang basisnya kepada para kyai dan ribuan pondok pesantren yang tersebar di pelosok Indonesia. Organisasi lain adalah Persis (Persatuan Islam) didirikan oleh A.Hasan (1926) di Bandung, Al-Irsyad di Medan, Al-Khairat di Sulawesi dan lain-lain.
E.    Menunjukkan perilaku yang mencerminkan penghayatan sejarah perkembang Islam pada masa pembaharuan.
1.    Mempertahankan kebiasaan lama yang baik, sekaligus mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik
2.    Mempunyai motivasi untuk mempelajari Islam dari sumber aslinya yaitu Al-Qur’an dan Hadist.
3.    Meneruskan perjuangan yang telah dirintis oleh para ulama terdahulu, dengan mengambil semangat dan motivasinya.
4.    Menjauhkan diri dari segala sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.
5.    Berusaha memberantas faham yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.
6.   Membangun masa depan berdasarkan pijakan-pijakan yang telah ada di masa lalu sehingga dapat membangun negara senantiasa menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun gafūr atau negara yang baik dan mendapat ampunan dari Allah SWT
7.   Mencari upaya antisipasi agar kekeliruan yang mengakibatkan kegagalan di masa lalu tidak terulang di masa yang akan datang.
gpaismkn5sby. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts