3 Tanda Kemenangan di Bulan Syawal
(Muhammad Alfithrah Arufa, M.Pd.I)*
Alhamdulillah Wa Syukru ‘ala ni’amillah , Allah telah lembutkan hati kita, Allah
ringankan langkah kita, Allah berikan kesempatan pada kita untuk bertemu Bulan
syawal, bulan kembali pada fitri tahun 1447 H ini. Melalui momentum mulia ini, kita
jangan lupa untuk senantiasa meningkatkan takwa kita pada Allah Swt dengan tetap
menjalankan segala perintahNya dan menjauhi larang-laranganNya.
Setiap pribadi kita telah merasakan halawatul iman ; manisnya, nikmatnya dan
indahnya iman selama Ramadhan, dan tentu kita telah memiliki pengalaman
pengalaman ruhani yang semakin mendekatkan diri kita pada Allah Swt. Menandai
akhir Ramadhan yang Mulia itu, semua ummat Islam melantunkan kalimat-kalimat
takbir, tahmid , tasbih dan tahlil yang membahana di angkasa raya bagaikan sebuah
simphoni yang indah, yang mampu menggetarkan qolbu, menggelorakan rasa dan raga
sukma sehingga menyadarkan betapa kecilnya diri kita dihadapan Allah Swt dan betapa Maha Besarnya Allah Swt.
Setidaknya ada 3 indikator seseorang dikatakan berhasil dari ibadah Ramadhan yang
dia tunaikan, apakah ibadah kita diterima, berhasil, sukses atau tidak?, maka jangan
hanya dilihat ketika Ramadhannya, kenapa? Kalau seseorang di Ramadhan
meningkatkan ketaatannya, meningkatkan ketakwaannya, rasannya itu menjadi hal
yang biasa, maka para ulama menyampaikan, jika ingin melihat kesuksesan Ramadhan
seseorang, maka lihat bagimana kehidupannya setelah Ramadhan, apakah kita masuk
dengan kategori 3 hal ini ?
Pertama, Setelah Ramadhan meningkat kehidupannya pada sisi spiritual.
Selama ramadhan kita berharap mendapatkan gelar la’alakum tattaqun (menjadi
oang yang bertaqwa), maka ciri Ramadhan yang baik spriritualitasnya adalah :
a. Setelah ramadhan dia semakit dekat pada Allah,
b. Setelah Ramadhan dia semakin taat pada Allah,
c. Setelah ramadhan dia semakin mengikatkan kehidupan dengan berorientasi
“Allah dulu, Allah lagi, lagi-lagi Allah, Allah terus” hidupnya bukan hanya untuk
kebahagiaan dunia tapi dia berfikir bagaimana agar kemudian setelah ramadhan
dia menjadi pribadi yang makin dicintai dan disayang oleh Allah Swt. Hal ini
sebagaima Firman Allah dalam QS. Ali Imron : 133
Keluarga Imran (3:133)
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ١٣٣
Artinya : Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya
(seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Perhatikan dengan iman, orang yang menigkat spiritualnya setelah ramadhan
ditunaikan, dia bergegas untuk menggapai ampunan Allah dan surgaNya Allah.
Siapakah orang yang paling rugi saat dia bertemu Ramadhan ? siapakah yang
paling rugi dia berpisah dengan ramadhan ? Orang yang paling rugi saat bertemu Ramadhan adalah orang yang lalai ibadah
ketika bulan Ramadhan, dan yang paling rugi saat berpisah dengan Ramadhan
adalah orang yang setelah Ramadhan dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah
Swt padahal dia sudah berjumpa dengan Ramadhan.
Maka dari itu, berharaplah kepada Allah agar kita diampuni dosa-dosanya, dan itulah orang
yang paling beruntung dalam hidupnya, maka wajar ketika seseorang bertemu dengan awal Syawal dia masuk dalam kategori golongan minal ‘aidin wal
faaizin, apa artinya ? jangan disalah artikan, bukan mohon maaf lahir dan
bathin. Bukan. Artinya semoga Allah masukkan kita menjadi orang-orang yang
‘Aidin ; yang kembali, kembali kemana ? kembali kepada kesucian, kembali
kepada kefitrahan, kembali kepada kebersihan, kenapa disebut suci, bersih,
fitrah, karena orang yang berhasil ibadah Ramadhannya kemudian dia
bertemu 1 Syawal, seperti seorang bayi yang keluar dari rahim ibunya, apa
maknanya, Allah hapuskan dosa-dosanya.
Wal Faaizin, dan semoga kita masuk golongan orang yang menang, kenapa
disebut menang ? ya.. karena selama 1 bulan dia perang MELAWAN HAWA
NAFSU, selama 1 bulan dia perang melawan hal-hal buruk dalam hidupnya dan
berhasil dia tunaikan. Maka orang yang berhasil ibadah Ramadhannya setelah Ramadhan dia bertemu
dengan bulan Syawal, apa itu syawal ? Syawal itu artinya peningkatan,
Ramadhan itu pembakaran, apa maknanaya, berarti selama Ramadhan dosa
kita dibakar, dosa kita dibersihkan, kita ditempah dalam kawah candra di muka,
sekolah selama 1 bulan Ramadhan, maka nanti di bulan syawal meningkat
Imannya, meningkat ketaqwaannya, apa cirinya :
- Nanti setelah bertemu syawal dia lanjutkan puasanya dengan puasa sunnah,
- Bacaan Qur’an yang dia baca dalam Ramadhan dia lanjutkan ketika bulan Syawal dan seterusnya
- Sholat Qiyamul Lail yang dia tunaikan di bulan Ramadhan maka dia lanjutkan di luar Ramadhan, Maka disebutnya Syawal (peningkatan)
Ulama mengingatkan :
Kun Rabbaniyyan wala Takun Ramadhaniyyan (Jadilah engkau hamba Rabb,
bukan Hamba Ramadhan) maksudnya, jangan hanya taat ketika Ramadhan saja,
justru ujian yang sebenarnya ada di 11 bulan ke depan setelah Ramadhan, jadi
indikator pertama berhasilnya Ramadhannya seseorang adalah meningkat
spiritualnya, dia makin dekat dengan Allah, dia makin taat pada Allah dan dia
menjadikan orientasi hidupnya karena Allah, untuk Allah di Jalan Allah.
Ketika dia bekerja orientasinya bukan masalah gaji besar dan kecil, ketika bisnis
bukan masalah omset banyak atau sedikit, tidak, kenapa ? bukan itu ukuranya,
tapi orang yang meningkat spiritualnya ketika dia bekerja dia pilah pilih, ini
haram atau tidak, ketika bisnis, ini berkah atau tidak? Ini baik tidak ya? Atau
jangan-jangan terprosot ke dalam Api neraka. Itu yang menjadi pertimbangannya dan indikator spiritual semakin terbukti setelah dia berhasil
Ramadhannya.
Kedua, Meningkat nilai-nilai sosialnya
Apa maksudnya, Setelah Ramadhan dia menjadi pribadi yang dermawan
dalam hidupnya, itulah ciri orang yang bertaqwa disebutkan dalam QS. Ali
imron : 134
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ ١٣٤
Artinya : (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun
sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang
memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat
kebaikan.
ما نقصت صدقة من المال
“Tidak akan berkurang shodaqoh dengan harta”
Ada filosofi terimakasih artinya : seberapa banyak apa yang ingin kita terima
tergantung yang kita kasih, maka orang yang ahli sedekah, sedekahnya akan
melapangkan alam kubur, sedekahnya meringakan hisab di alam kubur,
sedekahnya meringankan sakaratul maut, dia dicintai Allah, dicintai
manusia, dekat dengan surga, bahkan mengundang doa malaikat dalam
hidupnya.
َرَبِّي لَوْلَا اَخَّرْتَنِى إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَدَّق
Banyak Orang yang sudah meninggal di alam kubur, minta hidup kembali,
apa permintaannya ? Ya Allah hidupkan aku walaupun sebentar saja, tunda
kematianku walau sebentar, seandainya engkau berikan kesempatan hidup
kembali, aku ingin menjadi orang yang ahli shodaqoh dan menjadi orang
sholeh, kenapa mereka minta jadi ahli shodaqoh, bukan ahli sholat, bukan
ahli puasa, bukan ahli haji bukan yang lainnya, kenapa? Karena shodaqoh
itulah yang bisa menjadikan dirinya mendapatkan kemuliaan di hadapan
Allah Swt.
Nabi Bersabda :
والله فى عون العبد ما كان العبد فى عون أخيه
“Allah akan menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya”.
catat baik-baik ! jika Ingin ditolong Allah tolong orang lain, jika ingin dibantu
Allah, bantulah orang lain, sedekaah tak harus harta, bahkan tabassumuka
fii wajhi akhika laka shodaqoh, menyingkirkan duri ditengah jalan itu
shodaqoh, buang sampah pada tempatnya itu shodaqoh, bahkan semua
kebaikan-kebaikan yang kita tunaikan itu bermakna shodaqoh di hadapan
Allah Swt. Tapi... Jika diberi kemampuan Harta maka infaqlah dengan harta
Ketiga, Menjadi pribadi yang memperbaiki nilai emosional dalam dirinya
Cirinya : 1) lembut hatinya, 2) tenang dalam kehidupannya,
Maka pada bulan syawal ini, mari sucikan hati bersihkan diri, lembutkan
kehidupan kita dengan menghadirkan hati yang bersih, seorang anak jika
masih punya orang tua minta maaflah pada orang tua kita, kenapa ?
Ada satu kisah, suatu saat Rasulullah naik ke mimbar dan mengatakan
Aamiin 3x, kemudian sahabat bertanya kenapa engkau mengatakan Aamin
3x, nabi mejawab wahai sahabat tadi ada malaikat jibril datang padaku,
seraya berdoa dan aku aminkan, apa doa malaikat jibril :
- Yaa Allah jangan engkau terima amal ibadah puasanya seorang hamba yang bertemu Ramadhan kemudian berpisah dengan Ramadhan tapi dia tidak bertaubat sehingga dosanya tidak diampuni oleh Allah Swt . kata Nabi Aamiin
- Yaa Allah jangan engkau terima amal ibadah puasa Ramadhan seorang hamba jika disebutkan nama Nabi Muhammad Saw tapi mereka tidak membacakan sholawat kepadamu, maka nabi mengatakan Aamiin
- Yaa Allah jangan engkau terima amal ibadah puasa Ramadhan seorang hamba jika ada seorang Anak yang pernah durhaka pada orang tuanya dan mereka belum sempat minta maaf pada orang tuanya bahkan ketika hari raya idul fitri, hari yang suci, mereka tidak minta maaf pada orang tuanya, maka kata Jiblir jangan diterima ibadah puasa Ramadhannya, kemudian nabi mengatakan Aamiin...
Kalau dengan datangnya Ramadhan, datangnya Idul fitri tidak
mampu membuat kita menjadi anak yang berbakti pada orang tua kita, tidak mampu menjadikan kita anak yang bisa memuliakan orang tua kita, butuh
bulan apa lagi yang harus Allah hadirkan kepada kita, butuh hari suci seperti
apalagi yang Allah datangkan pada kita kalau kita seorang anak belum bisa
meminta maaf pada orang tua kita,
Maka mari kita jadikan momentum idul fitri ini untuk membersihkan
hati, sucikan hati kita, jika hari ini kesulitan datang kepada kita,
ujian bertubi-tubi datang pada kita, coba kita periksa mungkin karena ada
kesalah diri kita pada orangtua yang tidak mengantarkan ridhonya Allah
dalam kehidupan, maka Nabi berkata : Ridhollah fii ridho walidain, wa
sukhtullah fii sukhtil walidain
Maka yang masih diberikan anugerah orang taunya masih hidup, pegang
erat-erat, jaga baik-baik, jika masih terjangkau kehadirannya temui orang
tua kita, pegang tangannya, peluk tubuhnya, cium pipi kiri kanannya, minta
maaf sama orang tua kita, lantas bagaimana untuk yang sudah tiada orang
tuanya? ingat baik-baik :
Ada 3 hal yang dirindukan orang tua di alam kuburnya dari anaknya yang
masih hidup :
- Doa untuk almarhum-almarhumah
- kebaikan orang tua dilanjutkan anak-anaknya dan sambung silaturahmi kepada kerabatnya
- sedekah dari anaknya yang diniatkan untuk orang tuanya
Bisa jadi hari ini kita sukses, kita berhasil, mungkin usaha kita hanya 1%
tapi sisanya adalah terkabulnya doa ayah dan ibu kita, maka hadirin
BERSYUKUR bagi yang sudah memanfaatkan kesempatan minta maaf
kepada orang tua, kata nabi Celakalah, Meyesallah 3X mereka yang masih
punya orang tua tapi dia tidak bisa masuk surga, kenapa? karena dia tidak
bisa berbuat baik pada orang tuanya.
Maka emosianal kita harus terlatih, Suami istri saling minta maaf munkin
selama berumah tangga banyak kesalahan diantara kita, mungkin selama
berumah tangga kita masih jauh dari Allah Swt. Ayo sucikan hati bersihkan
diri…!
Suami yang belum bisa menjadi suami yang baik maka minta maaf pada istri,
istri yang belum bisa menjadi istiri yang baik maka minta maaf pada suami, orang tua kepada anak juga sama saling minta maaf, mungkin selama ini
belum bisa menjadi orang tua yang baik, maka bersihkan hati ini, begitupun
pada tetangga kita, kerabat kita, sahabat kita Sungguh orang yang diterima ibadah ramadhannya adalah yang paling baik
mengelola emosionalnya, apa cirinya : Walkadzimina ghaidza wal ‘afina ‘anin Naas (menjadi orang yang pandai
menahan marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain)
Kesimpulan 3 tanda kemenangan di hari yang fitri adalah :
1. Setelah Ramadhan meningkat kehidupannya pada sisi spiritual.
2. Meningkat nilai-nilai sosialnya
3. Menjadi pribadi yang memperbaiki nilai emosional dalam dirinya
Semoga setelah ini kita bisa menjadi pribadi yang makin taat bertakwa pada
Allah dan kita menjadi pribadi yang makin lembut, santun dan berakhlkul
karimah… Aamiin.
Semoga bermanfaat
Wallahu A'lam Bishshowab
* Guru PAI SMKN 5 Surabaya







0 komentar:
Posting Komentar