# SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI GURU MAPEL PAI SMKN 5 SURABAYA, NGAJI SEPANJANG HAYAT | INFO : SELAMA MASA PEMBELAJARAN DI RUMAH, PEMBELAJARAN PAI DIPUSATKAN DI SITUS RESMI INI, BAGI SISWA-SISWI SMKN 5 SURABAYA SILAHKAN KOORDINASI DENGAN GURU PAI MASING-MASING UNTUK BERSAMA-SAMA MEMBERDAYAKAN SITUS INI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH # .....

Kamis, 16 April 2026

3 Tanda Kemenangan di Bulan Syawal

3 Tanda Kemenangan di Bulan Syawal
(Muhammad Alfithrah Arufa, M.Pd.I)*



Alhamdulillah Wa Syukru ‘ala ni’amillah , Allah telah lembutkan hati kita, Allah ringankan langkah kita, Allah berikan kesempatan pada kita untuk bertemu Bulan syawal, bulan kembali pada fitri tahun 1447 H ini. Melalui momentum mulia ini, kita jangan lupa untuk senantiasa meningkatkan takwa kita pada Allah Swt dengan tetap menjalankan segala perintahNya dan menjauhi larang-laranganNya. Setiap pribadi kita telah merasakan halawatul iman ; manisnya, nikmatnya dan indahnya iman selama Ramadhan, dan tentu kita telah memiliki pengalaman pengalaman ruhani yang semakin mendekatkan diri kita pada Allah Swt. Menandai akhir Ramadhan yang Mulia itu, semua ummat Islam melantunkan kalimat-kalimat takbir, tahmid , tasbih dan tahlil yang membahana di angkasa raya bagaikan sebuah simphoni yang indah, yang mampu menggetarkan qolbu, menggelorakan rasa dan raga sukma sehingga menyadarkan betapa kecilnya diri kita dihadapan Allah Swt dan betapa Maha Besarnya Allah Swt.

Setidaknya ada 3 indikator seseorang dikatakan berhasil dari ibadah Ramadhan yang dia tunaikan, apakah ibadah kita diterima, berhasil, sukses atau tidak?, maka jangan hanya dilihat ketika Ramadhannya, kenapa? Kalau seseorang di Ramadhan meningkatkan ketaatannya, meningkatkan ketakwaannya, rasannya itu menjadi hal yang biasa, maka para ulama menyampaikan, jika ingin melihat kesuksesan Ramadhan seseorang, maka lihat bagimana kehidupannya setelah Ramadhan, apakah kita masuk dengan kategori 3 hal ini ? 

Pertama, Setelah Ramadhan meningkat kehidupannya pada sisi spiritual. 
Selama ramadhan kita berharap mendapatkan gelar la’alakum tattaqun (menjadi oang yang bertaqwa), maka ciri Ramadhan yang baik spriritualitasnya adalah : 
 a. Setelah ramadhan dia semakit dekat pada Allah, 
 b. Setelah Ramadhan dia semakin taat pada Allah, 
 c. Setelah ramadhan dia semakin mengikatkan kehidupan dengan berorientasi “Allah dulu, Allah lagi, lagi-lagi Allah, Allah terus” hidupnya bukan hanya untuk kebahagiaan dunia tapi dia berfikir bagaimana agar kemudian setelah ramadhan dia menjadi pribadi yang makin dicintai dan disayang oleh Allah Swt. Hal ini sebagaima Firman Allah dalam QS. Ali Imron : 133  
Keluarga Imran (3:133) 

۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ١٣٣

Artinya : Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Perhatikan dengan iman, orang yang menigkat spiritualnya setelah ramadhan ditunaikan, dia bergegas untuk menggapai ampunan Allah dan surgaNya Allah. 

Siapakah orang yang paling rugi saat dia bertemu Ramadhan ? siapakah yang paling rugi dia berpisah dengan ramadhan ? Orang yang paling rugi saat bertemu Ramadhan adalah orang yang lalai ibadah ketika bulan Ramadhan, dan yang paling rugi saat berpisah dengan Ramadhan adalah orang yang setelah Ramadhan dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah Swt padahal dia sudah berjumpa dengan Ramadhan. 
Maka dari itu, berharaplah kepada Allah agar kita diampuni dosa-dosanya, dan itulah orang yang paling beruntung dalam hidupnya, maka wajar ketika seseorang bertemu dengan awal Syawal dia masuk dalam kategori golongan minal ‘aidin wal faaizin, apa artinya ? jangan disalah artikan, bukan mohon maaf lahir dan bathin. Bukan. Artinya semoga Allah masukkan kita menjadi orang-orang yang ‘Aidin ; yang kembali, kembali kemana ? kembali kepada kesucian, kembali kepada kefitrahan, kembali kepada kebersihan, kenapa disebut suci, bersih, fitrah, karena orang yang berhasil ibadah Ramadhannya kemudian dia bertemu 1 Syawal, seperti seorang bayi yang keluar dari rahim ibunya, apa maknanya, Allah hapuskan dosa-dosanya.

Wal Faaizin, dan semoga kita masuk golongan orang yang menang, kenapa disebut menang ? ya.. karena selama 1 bulan dia perang MELAWAN HAWA NAFSU, selama 1 bulan dia perang melawan hal-hal buruk dalam hidupnya dan berhasil dia tunaikan. Maka orang yang berhasil ibadah Ramadhannya setelah Ramadhan dia bertemu dengan bulan Syawal, apa itu syawal ? Syawal itu artinya peningkatan, Ramadhan itu pembakaran, apa maknanaya, berarti selama Ramadhan dosa kita dibakar, dosa kita dibersihkan, kita ditempah dalam kawah candra di muka, sekolah selama 1 bulan Ramadhan, maka nanti di bulan syawal meningkat Imannya, meningkat ketaqwaannya, apa cirinya :
  1. Nanti setelah bertemu syawal dia lanjutkan puasanya dengan puasa sunnah, 
  2. Bacaan Qur’an yang dia baca dalam Ramadhan dia lanjutkan ketika bulan Syawal dan seterusnya 
  3. Sholat Qiyamul Lail yang dia tunaikan di bulan Ramadhan maka dia lanjutkan di luar Ramadhan, Maka disebutnya Syawal (peningkatan)
Ulama mengingatkan : Kun Rabbaniyyan wala Takun Ramadhaniyyan (Jadilah engkau hamba Rabb, bukan Hamba Ramadhan) maksudnya, jangan hanya taat ketika Ramadhan saja, justru ujian yang sebenarnya ada di 11 bulan ke depan setelah Ramadhan, jadi indikator pertama berhasilnya Ramadhannya seseorang adalah meningkat spiritualnya, dia makin dekat dengan Allah, dia makin taat pada Allah dan dia menjadikan orientasi hidupnya karena Allah, untuk Allah di Jalan Allah. 

Ketika dia bekerja orientasinya bukan masalah gaji besar dan kecil, ketika bisnis bukan masalah omset banyak atau sedikit, tidak, kenapa ? bukan itu ukuranya, tapi orang yang meningkat spiritualnya ketika dia bekerja dia pilah pilih, ini haram atau tidak, ketika bisnis, ini berkah atau tidak? Ini baik tidak ya? Atau jangan-jangan terprosot ke dalam Api neraka. Itu yang menjadi pertimbangannya dan indikator spiritual semakin terbukti setelah dia berhasil Ramadhannya.  

Kedua, Meningkat nilai-nilai sosialnya Apa maksudnya, Setelah Ramadhan dia menjadi pribadi yang dermawan dalam hidupnya, itulah ciri orang yang bertaqwa disebutkan dalam QS. Ali imron : 134  

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ ١٣٤

Artinya : (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

ما نقصت صدقة من المال
“Tidak akan berkurang shodaqoh dengan harta”
Ada filosofi terimakasih artinya : seberapa banyak apa yang ingin kita terima tergantung yang kita kasih, maka orang yang ahli sedekah, sedekahnya akan melapangkan alam kubur, sedekahnya meringakan hisab di alam kubur, sedekahnya meringankan sakaratul maut, dia dicintai Allah, dicintai manusia, dekat dengan surga, bahkan mengundang doa malaikat dalam hidupnya. 

َرَبِّي لَوْلَا اَخَّرْتَنِى إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَدَّق

Banyak Orang yang sudah meninggal di alam kubur, minta hidup kembali, apa permintaannya ? Ya Allah hidupkan aku walaupun sebentar saja, tunda kematianku walau sebentar, seandainya engkau berikan kesempatan hidup kembali, aku ingin menjadi orang yang ahli shodaqoh dan menjadi orang sholeh, kenapa mereka minta jadi ahli shodaqoh, bukan ahli sholat, bukan ahli puasa, bukan ahli haji bukan yang lainnya, kenapa? Karena shodaqoh itulah yang bisa menjadikan dirinya mendapatkan kemuliaan di hadapan Allah Swt. 
Nabi Bersabda : 

والله فى عون العبد  ما كان العبد فى عون أخيه

“Allah akan menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya”. catat baik-baik ! jika Ingin ditolong Allah tolong orang lain, jika ingin dibantu Allah, bantulah orang lain, sedekaah tak harus harta, bahkan tabassumuka fii wajhi akhika laka shodaqoh, menyingkirkan duri ditengah jalan itu shodaqoh, buang sampah pada tempatnya itu shodaqoh, bahkan semua kebaikan-kebaikan yang kita tunaikan itu bermakna shodaqoh di hadapan Allah Swt. Tapi... Jika diberi kemampuan Harta maka infaqlah dengan harta

Ketiga, Menjadi pribadi yang memperbaiki nilai emosional dalam dirinya 
Cirinya : 1) lembut hatinya, 2) tenang dalam kehidupannya, Maka pada bulan syawal ini, mari sucikan hati bersihkan diri, lembutkan kehidupan kita dengan menghadirkan hati yang bersih, seorang anak jika masih punya orang tua minta maaflah pada orang tua kita, kenapa ? Ada satu kisah, suatu saat Rasulullah naik ke mimbar dan mengatakan Aamiin 3x, kemudian sahabat bertanya kenapa engkau mengatakan Aamin 3x, nabi mejawab wahai sahabat tadi ada malaikat jibril datang padaku, seraya berdoa dan aku aminkan, apa doa malaikat jibril : 
  1. Yaa Allah jangan engkau terima amal ibadah puasanya seorang hamba yang bertemu Ramadhan kemudian berpisah dengan Ramadhan tapi dia tidak bertaubat sehingga dosanya tidak diampuni oleh Allah Swt . kata Nabi Aamiin 
  2. Yaa Allah jangan engkau terima amal ibadah puasa Ramadhan seorang hamba jika disebutkan nama Nabi Muhammad Saw tapi mereka tidak membacakan sholawat kepadamu, maka nabi mengatakan Aamiin 
  3. Yaa Allah jangan engkau terima amal ibadah puasa Ramadhan seorang hamba jika ada seorang Anak yang pernah durhaka pada orang tuanya dan mereka belum sempat minta maaf pada orang tuanya bahkan ketika hari raya idul fitri, hari yang suci, mereka tidak minta maaf pada orang tuanya, maka kata Jiblir jangan diterima ibadah puasa Ramadhannya, kemudian nabi mengatakan Aamiin... 
Kalau dengan datangnya Ramadhan, datangnya Idul fitri tidak mampu membuat kita menjadi anak yang berbakti pada orang tua kita, tidak mampu menjadikan kita anak yang bisa memuliakan orang tua kita, butuh bulan apa lagi yang harus Allah hadirkan kepada kita, butuh hari suci seperti apalagi yang Allah datangkan pada kita kalau kita seorang anak belum bisa meminta maaf pada orang tua kita, 
Maka mari kita jadikan momentum idul fitri ini untuk membersihkan hati, sucikan hati kita, jika hari ini kesulitan datang kepada kita, ujian bertubi-tubi datang pada kita, coba kita periksa mungkin karena ada kesalah diri kita pada orangtua yang tidak mengantarkan ridhonya Allah dalam kehidupan, maka Nabi berkata : Ridhollah fii ridho walidain, wa sukhtullah fii sukhtil walidain

Maka yang masih diberikan anugerah orang taunya masih hidup, pegang erat-erat, jaga baik-baik, jika masih terjangkau kehadirannya temui orang tua kita, pegang tangannya, peluk tubuhnya, cium pipi kiri kanannya, minta maaf sama orang tua kita, lantas bagaimana untuk yang sudah tiada orang tuanya? ingat baik-baik : 
Ada 3 hal yang dirindukan orang tua di alam kuburnya dari anaknya yang masih hidup : 
  1. Doa untuk almarhum-almarhumah 
  2. kebaikan orang tua dilanjutkan anak-anaknya dan sambung silaturahmi kepada kerabatnya 
  3. sedekah dari anaknya yang diniatkan untuk orang tuanya    
Bisa jadi hari ini kita sukses, kita berhasil, mungkin usaha kita hanya 1% tapi sisanya adalah terkabulnya doa ayah dan ibu kita, maka hadirin BERSYUKUR bagi yang sudah memanfaatkan kesempatan minta maaf kepada orang tua, kata nabi Celakalah, Meyesallah 3X mereka yang masih punya orang tua tapi dia tidak bisa masuk surga, kenapa? karena dia tidak bisa berbuat baik pada orang tuanya.

Maka emosianal kita harus terlatih, Suami istri saling minta maaf munkin selama berumah tangga banyak kesalahan diantara kita, mungkin selama berumah tangga kita masih jauh dari Allah Swt. Ayo sucikan hati bersihkan diri…!

Suami yang belum bisa menjadi suami yang baik maka minta maaf pada istri, istri yang belum bisa menjadi istiri yang baik maka minta maaf pada suami, orang tua kepada anak juga sama saling minta maaf, mungkin selama ini belum bisa menjadi orang tua yang baik, maka bersihkan hati ini, begitupun pada tetangga kita, kerabat kita, sahabat kita Sungguh orang yang diterima ibadah ramadhannya adalah yang paling baik mengelola emosionalnya, apa cirinya : Walkadzimina ghaidza wal ‘afina ‘anin Naas (menjadi orang yang pandai menahan marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain) 
Kesimpulan 3 tanda kemenangan di hari yang fitri adalah : 
1. Setelah Ramadhan meningkat kehidupannya pada sisi spiritual. 
2. Meningkat nilai-nilai sosialnya 
3. Menjadi pribadi yang memperbaiki nilai emosional dalam dirinya 

Semoga setelah ini kita bisa menjadi pribadi yang makin taat bertakwa pada Allah dan kita menjadi pribadi yang makin lembut, santun dan berakhlkul karimah… Aamiin. 

Semoga bermanfaat
Wallahu A'lam Bishshowab  
  

* Guru PAI SMKN 5 Surabaya

0 komentar:

Posting Komentar

gpaismkn5sby. Diberdayakan oleh Blogger.